ada banyak hal yang menarik untuk di cerna, pertama kebaikan, kedua kejahatan, dan ketiga ada deh.............tapi yang jelas adalah kehidupan itu sangat indah dijalankan kalau semua peraturan - peraturan yang di buat oleh para munafiker tidak terlalu menakutkan. contohnya bisa kita lihat langsung di bumi yang konon terkenal dengan julukan Serambi mekkah, dimana para - para munafiker dengan leluasa menentukan sebuah peraturan – peraturan, tapi mereka sendiri dengan senang hati melanggarnya.
hukum syariat adalah hukum yang patut untuk di acungin jempol, tetapi yang sangat mengecewakan adalah mengapa hukum itu hanya berlaku untuk kaum - kaum di bawah saja? tidak untuk kaum yang diatas dan termasuk mereka sendiri yang konon lebih terkenal dengan singkatan 'WH' (Wilayatul Hisbah). kita bisa melihat langsung dengan kejadian beberapa waktu yang lalu (agak terlambat sih untuk mengangkat kasus ini, tapi dari pada tidak sama sekali lebih bagus terlambat), dimana salah satu pejabat yang menjabat sebagai anggota dewan dan penerap hukum di bumi serambi ini tertangkap basah oleh media telah melakukan pelanggaran atau juga dapat di sebut dengan sebutan "khalwat", dan juga dimana salah satu petugas yang tergabung didalamnya (Wilayatul Hisbah), dan juga tersangka dalam khasus pelanggaran Hukum syariat (Khalwat). Tetapi apa yang terjadi? (saya yakin semua pasti tau dengan khasus tersebut), mereka tidak menerakap proses hukum tersebut terhadap rekan mereka.
Mereka yang di kenal dengan sebutan “WH” tersebut lebih senang mempermalukan kaum di bawah dari pada kaum diatas dan sesama meraka.
Ini kah yang disebut dengan hukum syariat Yang konon Lebih di kenal dengan hukum yang bertajuk kepada kebenaran?
Apa itu kebenaran?
Inikah yang disebut keadilan?
Inikah yang disebut dengan peraturan?
Wah..........patut untuk di pertimbangkan lagi tuh...........





0 komentar:
Poskan Komentar